Tag Archives: Abdullah Hehamahua

Mohammad Natsir, Bapak Bangsa, Penggagas NKRI: (1) Penasihat Aktivis Islam

SUARA TANGERANG – Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, 1980. Akhir Agustus tahun itu, ustadz Ahmad Zainal Abidin Urra menikah. Abah Natsir menyampaikan tausiah pernikahan. Saya saksi dari pihak laki-laki. Sebab, ustadz Abidin, Ketua Umum HMI Cabang Jakarta dan saya Ketua Umum PB.HMI. Selain sebagai tokoh bangsa dan pemimpin umat, abah Natsir adalah atasan ustadz Abidin di DDII, LIPPM, dan Rabithah Alam Islami. Inilah pertama kali saya berhadapan langsung dengan penggagas NKRI, mantan Perdana Menteri, dan Ketua Umum Masyumi ini. (Abah Natsir, tokoh Masyumi keempat yang kujumpai. Kisahnya akan disampaikan dalam beberapa seri). Capita Selekta Sejatinya, saya mengenal abah Natsir melalui ...

Read More »

Kasman Singodimedjo Naik Bus Kota

SUARA TANGERANG – Tahun 1979 di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Bus kota berhenti di halte Ratu Plaza. Seorang kakek menaiki bus. Saya terperanjat !. Beliau langsung menujuku dan menduduki kursi kosong, di sampingku. Kusalami tangannya. “Kok pak Kasman naik bus ?,” tanyaku heran (pak Kasman Singodimejo adalah tokoh Masyumi kedua yang saya berdialog secara langsung dengannya). Naik Bus Kota Beberapa bulan setelah terpilih menjadi Ketua Umum PB.HMI, saya mendapat SK dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Buya Hamka, Ketua Umum menempatkan saya sebagai Ketua Seksi Pemuda. Inilah pertama kali saya menghadiri rapat MUI. Pengalaman menarik karena saya akan menemui para ulama, ...

Read More »

Buya Hamka, Lukisan Abstrak, dan Komando Jihad

SUARA TANGERANG – Tahun 1971, di kota Angin Mamiri, Makassar. Buya Hamka, bersafari dakwah. Sebagai jurnalis muda, saya mengikuti safari dakwahnya selama beliau di Makassar. Sekali waktu, jamaah bertanya tentang masalah-masalah khilafiyah. Buya menjawab dengan ilustrasi “lukisan abstrak” yang laku sekalipun Pembeli tidak mengerti makna dari gambar tersebut. Buya Hamka adalah tokoh Masyumi pertama yang saya bertemu muka. Berdialog secara langsung. (Artikel ini merupakan seri pertama mengenai pengenalan saya dengan tokoh-tokoh Masyumi). Lukisan Abstrak “Apakah saudara pernah melihat pameran lukisan abstrak,” tanya buya. Jamaah mengangguk. “Saudara ngerti apa yang dijelaskan Pelukis tentang lukisannya,?” buya menimpali lagi. Sesaat, jamaah terdiam. Bingung ...

Read More »

Dituding sebarkan paham Taliban di KPK, Abdullah Hehamahua: Denny Siregar lakukan 4 kekeliruan

Jakarta,SUARA TANGERANG – Mantan penasehat KPK Abdullah Hehamahua menangatakan, Denny Siregar telah melakukan empat kekeliruan karena menyebut dirinya sebagai orang yang membuat paham Taliban berkembang di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tudingan itu dilakukan Denny melalui akun Twitter-nya, @dennysiregar7, pada Selasa (4/5). “Pertama, saya kasihan terhadap saudara Denny Siregar karena menyampaikan sesuatu yang beliau sendiri tidak paham,” kata Hehamahua kepada id-times.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (8/5). Anggota Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) 6 Laskar FPI itu menjelaskan, Denny menyebut dirinya sebagai orang yang membentuk Wadah Pegawai (WP) KPK. “Padahal pembentukan WP itu adalah perintah PP Nomor 63 Tahun 2005 tentang Sistem ...

Read More »

Presiden Jokowi terima kedatangan TP3 enam laskar FPI

Jakarta, SUARA TANGERANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kedatangan tujuh orang anggota Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) enam laskar FPI, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/3). “Ini tadi jam sepuluh, baru saja Presiden Republik Indonesia yang didampingi oleh Menko Polhukam (saya) dan Mensesneg menerima tujuh orang anggota TP3 yang kedatangannya dipimpin oleh Pak Amien Rais, tapi pimpinan TP3-nya itu sendiri adalah Abdullah Hehamahua,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD dalam keterangan persnya, di Kantor Presiden, Jakarta, usai pertemuan. Disampaikan Mahfud, dalam pertemuan yang berlangsung singkat tersebut anggota TP3 menyampaikan keyakinannya bahwa telah terjadi pembunuhan terhadap ...

Read More »

Lutfi Hakim, Pelatih Bola, Dibunuh Polisi

SUARA TANGERANG – Hujan mengguyur kawasan kecamatan Cengkareng ketika kami meninggalkan rumah Andi Oktiawan. Destinasi terakhir kami malam itu, rumah Lutfi Hakim. Lutfi, korban keenam yang dibunuh polisi dalam  tragedi KM50 yang kami datangi. Sama dengan kelima korban sebelumnya, tidak ada parkiran di lingkungan rumah Lutfi. Satu-satunya tempat yang ada adalah masjid. Di masjid Assolihul Hamidiyah, bilangan Jakarta Barat itulah mobil diparkir. Rumah milik orang tua Lutfi, relative ‘lumayan’ dibanding lima lainnya. Namun, ruang tamu, sama saja, sederhana. Luasnya, 9 meter persegi. Luas rumah 49 meter persegi. Tidak ada perabot dan gambar di dinding ruang tamu. Kualitas rumah ini ‘lumayan’ ...

Read More »

Andi Octiawan, Ketua Remaja Masjid, Dibunuh Polisi

SUARA TANGERANG – Hari itu, Idul Fitri. Andi meminta ibu tercinta duduk di atas kursi. Diambilnya sebaskom air. Hati-hati, kaki ibunda dimasukkan ke dalam baskom. Lembut, tangannya membasuh kedua kaki mulia itu, bergantian kanan dan kiri. Diciumnya kedua kaki itu selesai dibasuh. Aminah, Janda Mandiri Hujan rintik-rintik menyambut kami di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, 26 Januari 2021. Masjid Al Hikmah di gang itu, sederhana, tetapi tertata rapi. Shalat maghrib berjamaah, baru usai. Kami berempat shalat berjamaah sesuai SOP Rasulullah SAW: Bahu dengan bahu serta mata kaki kami yang di belakang imam, saling bersentuhan. Usai shalat, kami memasuki gang yang lebih ...

Read More »

Reza, Penghuni Kandang Burung, Dibunuh Polisi

SUARA TANGERANG – “Reza nanti akan belikan rumah untuk mak.”  Itulah janji yang pernah diucapkan Muhammad Reza ke ibunya, beberapa waktu lalu sebelum dibunuh polisi. Abang dan kakak-kakaknya gelak mendengar pernyataan tersebut. Wong kerjanya cuma sebagai Satpam, kok mau beli rumah. Faktanya, janji Reza terealisasi, beberapa hari setelah dia meninggal dunia. Reza, Penghuni Kandang Burung Hari itu, Selasa, 25 Januari 2021, pukul 20.00 lewat beberapa menit. Kami tinggalkan rumah Syuhada menuju Pasar Baru, Jakarta Pusat. Penjual batu akik ini bersama isterinya, Rosidah (seorang karyawan perusahaan swasta) adalah orang tua Faiz yang juga salah seorang korban pembunuhan oleh polisi. Faiz banyak ...

Read More »

Faiz, Mahasiswa Yang Ingin Mati Syahid

SUARA TANGERANG –  “Ya Allah, di tempat yang Nabi-Mu biasa shalat ini, aku memohon kepada-Mu agar diriku dan anak-anakku mati sebagai seorang syahid  dan syahidah. Aamiin Yaa Robbal ‘Alamiin.” Itulah antara lain doa pak Syuhada di Raudah, Masjid Nabawi, Madinah, tahun 2018. Shalat Versi Virus China Lelaki itu menyalami saya. Kutarik segera tanganku agar tidak dicium. Apalagi dalam semaraknya virus China. Saya lupa-lupa ingat wajahnya. “Saya ayah almarhum Faiz,” katanya mengenalkan diri. Pertemuan dengannya di tempat wudu’, masjid As’saadah, bilangan Jagakarsa itu adalah peristiwa kedua. Pertemuan pertama ketika Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (LP3) enam warga sipil, melakukan jumpa pers. Syuhada, ...

Read More »

Ahmad Sofiyan, Anak Janda yang Dibunuh Polisi

SUARA TANGERANG – Sewaktu mau meninggalkan rumah Khadavi, Hendra Mulyana, sang ayah bersama isteri, Monalisa, menghadiahi kami berlima “berkat”. Isinya, sajadah dan Al-Qur’an. Disebabkan bukan lagi Penyelenggara Negara, saya terima bingkisan tersebut. Sewaktu di KPK, bingkisan itu termasuk gratifikasi sehingga saya akan menolaknya. Jika terpaksa terima, saya harus lapor ke kantor. Direktorat Gratifikasi akan menentukan, apakah bingkisan itu bisa saya miliki atau disita oleh negara. Dalam perjalanan menuju rumah Ahmad Sofiyan, malam itu juga, 15 Januari 2021, saya merenung. Hendra Mulyana, mantan staf supermarket yang sekarang hanya kerja serabutan, bisa menyekolahkan kedua anaknya. Bahkan, kakaknya Khadavi, Anandra Monica Poetrie sedang ...

Read More »

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com