Tag Archives: Abdullah Hehamahua

Virus China, Syariah Islam, dan Tobat Nasional

Abullah Hehamahua

SUARA TANGERANG – Tanggal 12 Juni, di bawah judul artikel “New Normal sama dengan New Presiden,?” saya kritik presiden. Sebab, presiden mengumunkan periode new normal tanpa memahami budaya masyarakat dan kurang mengerti tatalaksana instansi pemerintah. Hari ini (10 Juli), data-data yang ada menunjukkan analisis saya, benar. Sebab, tanggal 1 Juni, ketika presiden mengumumkan new normal, data-data resmi dari pemerintah sebagai berikut: 467 tambahan orang terpapar virus. Total pasien positif, 26.940 orang. Pasien sembuh 329 orang sehingga totalnya, 7.637 warga. Mereka yang meninggal 28 orang, sehingga total, 1.641 nyawa. Kemarin, 9 Juli 2020, Achmad Yurianto mengumumkan data-data sebagai berikut: 2,673 pasien ...

Read More »

DEKRIT 5 JULI 2020: PRESIDEN HARUS MINTA MAAF

SUARA TANGERANG –   Kriiing, telepon di meja kerja saya berbunyi. Saya langsung mengangkatnya. “Halo, assalamu’alaikum pak,” sapa penelpon.  “Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh,” jawab saya.  “Ini dari Biro Umum pak,” beliau mengenalkan diri. “Oh ya, ada yang bisa saya bantu Mbak.?” Perempuan itu (saya lupa namanya) melanjutkan: “Begini pak, biaya transportasi bapak dari bandara Soekarno Hatta, melebihi kouta pak.” PNS yang dipekerjakan di KPK dari Kementerian Keuangan tersebut menjelaskan bahwa, menurut SOP, pejabat yang tugas ke daerah, dari bandara harus kembali ke kantor dulu. Jadi biaya transportasi lokal yang diakui adalah dari bandara ke kantor. “Bapak harus kembalikan kelebihan uang yang terpakai,” ...

Read More »

Virus Corona China dan Presiden yang Gagap

SUARA TANGERANG – Komite Etik (KE) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pertama kali (2013) mengundang seorang psikolog untuk mengikuti proses pemeriksaan salah seorang komisioner yang diduga melanggar Kode Etik. Tugasnya hanya memerhatikan bahasa tubuh terperiksa ketika diperiksa KE. Keterangan psikolog ini merupakan salah satu masukan bagi KE dalam memutuskan, apakah terperiksa bersalah atau tidak. Memerhatikan pidato presiden yang memarahi bawahannya, terkenang kembali proses pemeriksaan KE KPK, tujuh tahun lepas. Keterangan psikolog waktu itu yang masih diingat, seseorang bersalah atau tidak, jujur maupun dusta dapat diketahui dari bahasa tubuh. Ia meliputi ekspresi wajah, gerakan mata dan bibir, gestur, posisi tangan dan kaki, serta ...

Read More »

Tanjung Priok berdarah, akibat penyimpangan Pancasila

Abdullah Hehamahua

SUARA TANGERANG –  Empat ratusan mayat bergelimpangan di daerah Tanjung Priok, September 1984. Darah berceceran di mana-mana. Beberapa truk militer mengangkut mayat-mayat tersebut. Tragisnya, jenazah-jenazah tersebut dibuang ke dalam truk, tak ubahnya petugas melemparkan kantong sampah ke dalam mobil pengangkut sampah. Bahkan, mereka yang masih hidup pun disatukan dengan mayat. Tak berapa lama kemudian, datang mobil pemadam kebakaran, membersihkan darah yang berceceran di lokasi kejadian. Proses menghilangkan jejak. Di kamar mayat, ada yang berteriak, minta tolong. Isteri sepupuh saya (suster di RSPD) menceritakan bahwa, di antara tumpukan mayat tersebut, ada yang masih hidup. Penyebab peristiwa berdarah ini adalah, karena Soeharto ...

Read More »

RUU HIP Melahirkan Debat: Pancasila atau Negara Islam?

Abdullah Hehamahua

SUARA TANGERANG – “Bila negara kita ini mengambil dasar negara berdasarkan Pancasila, sama saja kita menuju jalan ke neraka….” tegas Buya Hamka dalam Sidang Konstituante, Bandung, 15 November 1957. “Kalau Pancasila itu adalah sebagai suatu ajaran, dari manakah sumbernya dan bagaimana pula saluran serta pedoman-pedomannya,?” Tanya tokoh NU, KH Achmad Zaini (14 Nopember 1957) dalam Sidang Konstituante. Beliau mengaitkan Pancasila dengan ajaran Islam, kemudian melanjutkan:  “… sehingga masing-masing dari kelima sila itu benar akan merupakan suatu pokok rumusan yang mempunyai perincian-perincian dengan dasar yang kokoh serta kuat yang bersumberkan Al Qur’an, dan Al Hadist, Al-Qias, dan Al-Ijmak.“ KH Achmad Zaini ...

Read More »

New normal, sama dengan new president?

Abdullah Hehamahua

SUARA TANGERANG – “Jadi dia guru dansa dan dia berdansa dengan teman dekatnya itu (WN Jepang, red),” kata Menkes Terawan Agus Putranto dalam jumpa pers di RSPI Sulianto Saroso, Jakarta Utara, Senin (2/3/2020). Maknanya, guru tersebut tertular setelah berdansa dengan warga negara Jepang yang bukan mahramnya. Otomatis, ibunya yang serumah pun tertular. Dansa bukan budaya Indonesia, apalagi Islam. Al-Qur’an mengingatkan, “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al Isra: 32). Presiden, secara resmi mengumumkan dua orang terpapar virus corona China tersebut. Aneh !. Dua orang saja yang baru terpapar virus ...

Read More »

Abdullah Hehamahua: Indonesia bisa bubar karena pengkhiatan bangsa

Abdullah Hehamahua

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua angkat bicara soal kondisi kekinian Indonesia yang oleh banyak pihak dinilai terasa mulai oleng. Olengnya, kapal besar yang berinisial RI (Republik Indonesia) ini, terjadi karena para penumpang kapal besar mulai kehilangan kepercayaan kepada para nahkoda berikut sang kaptennya. Menurut Abudllah, semua ini terjadi karena beberapa hal, diataranya, karena pengkhianatan bangsa. Abdullah kemudian menjelaskan, bahwa dalam kajiannya, pada sekitar tahun 2045 – 2050-an, Indonesia berada dalam empat kemungkinan. Kemungkinan pertama, Indonesia akan hilang dari peta bumi, baik karena tsunami, gempa bumi atau naiknya permukaan laut. Hal ini antara lain disebabkan ...

Read More »

Abdullah Hehamahua mengisi dahaga keteladanan anak muda

Abdullah Hehamahua

SUARA TANGERANG – Dua puluh tahun lalu lebih saya bertemu Abdullah Hehamahua, saya memanggilnya bang Dul. Saat itu saya masih mahasiswa. Pertemuan yang berlangsung di sekitar Tebet itu terjadi dalam suasana diskusi santai tapi masih membekas dalam nalar dan nurani saya. Banyak kisah keteladananya tentang integritasnya yang diceritakan banyak orang. Tentang tak mau menerima suap, tak mau menerima bayaran saat menjadi pembicara seminar jika diundang sebagai penasehat KPK, tak mau menggunakan fasilitas negara saat bepergian untuk kepentingan pribadinya, dan lain-lain. Sosoknya yang sederhana, pemikiranya yang bernas dengan perspektif Islam yang kuat, rasional dan maju telah menginspirasi saya untuk memilih jalan ...

Read More »

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com