Tag Archives: Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

SUARA TANGERANG – Selain senang menulis di jurnal ilmiah dan suka menulis di media soal politik, saya juga hobi menulis novel. Sudah dua kali menerbitkan novel, dan masih beberapa yang belum sempat diterbitkan. Menulis novel, beda dengan menulis di jurnal ilmiah dan menulis di media atau medsos. Di novel, ada fiksinya. Bahkan kadang dominan. Ada juga soal cinta dan hal-hal romantis sebagai bumbu cerita agar novel itu asyik untuk dibaca. Dalam sebulan, jika lagi gak ada kegiatan, saya bisa menyelesaikan satu buah novel. Duduk seharian di ruang perpustakaan, dalam sebulan novel bisa selesai. Apa rahasianya? Karena menulis novel gak perlu ...

Read More »

Kata Anies Baswedan: “Ora Kolu”

SUARA TANGERANG – Dalam sebuah pertemuan, beberapa orang bertanya ke Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta: “kenapa selama lebih dari setahunan ini agak susah untuk memberi waktu bertemu dengan para aktifis?” “Bukan tidak ada waktu”, kata Anies. “Waktu ada”, lanjut dia. “Hanya saja, saat ini saya belum bisa bicara politik. Rasanya Ora Kolu”. “Ora kolu itu apa artinya?” tanya seseorang kepada Anies. Pasti yang bertanya ini bukan orang Jawa. Karena “Ora Kolu” itu bahasa Jawa. Anies besar di Jogja yang sehari-harinya dalam komunikasi menggunakan bahasa Jawa. Terkadang memang untuk hal-hal tertentu, bahasa Jawa lebih pas menggambarkan suasana batin orang Jawa, dari ...

Read More »

Anies Gubernur Untuk Semua Pemeluk Agama

Anies JMF

SUARA TANGERANG – Ketika anda dilantik jadi pemimpin, saat itu anda menjadi pemimpin untuk semua rakyat anda. Tidak peduli partai pengusung anda, dan kelompok mana yang mendukung dan memilih anda. Negeri ini milik rakyat, tanpa terkecuali. Siapapun pemimpin terpilih, dia milik rakyat. Maka, dia bertugas untuk melayani dan mengurus rakyat, tanpa terkecuali. Bukan untuk melayani dan membela para pendukungnya saja. Presiden, gubernur, bupati, walikota, bahkan lurah, semua tanpa terkecuali, adalah milik dan mendapat amanah dari rakyat. Karena itu, harus bekerja untuk seluruh rakyat. Fenomena Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta yang terpilih sejak tahun 2017, layak menjadi cermin buat semua pemimpin di ...

Read More »

Anies Baswedan Ingkar Janji

SUARA TANGERANG – Beda antara lupa janji dengan ingkar janji. Kalau lupa, itu kerjaan umumnya politisi. Ngeceknya gampang. Berapa jumlah janji saat kampanye? Tak ada yang inget. Saat nyaleg, janji di sana sini. Di daerah sini janji, di daerah sana juga janji. Berapa jumlah janjinya? Lupa! Gak ada angka yang disebut. Lagi nyalon bupati, wali kota, atau gubernur, lupa apa yang pernah dijanjikan. Soal jumlah janji, sepertinya hanya Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta yang inget. Ada 23 janji politiknya saat kampanye. Rakyat malah yang lupa. Tapi, Anies terus ingatkan angka 23 janjinya itu harus terus ditagih, dan Anies akan memenuhinya. ...

Read More »

Amandemen, Alat Elit Bertransaksi

SUARA TANGERANG – Elit politik makin jauh dari aspirasi dan harapan rakyat. Siapa elit politik itu? Mereka diantaranya yang duduk di eksekutif dan legislatif. Atau pengendali mereka. Mereka kerja sendiri sesuai kepentingannya. Lalu, dimana kepentingan rakyat? Tetap ada, tetapi kepentingan elit lebih utama. Atas nama rakyat ramai hanya saat pemilu. Mendengarkan aspirasi rakyat terjadi hanya ketika kampanye. Selebihnya, agenda mereka seringkali bukan menjadi agenda rakyat. Revisi UU KPK dan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang mendapat protes masif dan didemo oleh massa dari berbagai elemen bangsa, mulus-mulus saja. Alasan apa mereka mengesahkannya? Adakah kepentingan rakyat disitu? Anda pasti tahu jawabannya. ...

Read More »

Jika Anies Jadi Presiden, Tak Perlu Ada Yang Panik

SUARA TANGERANG – Orang dilihat dari track recordnya. Anies sebagai gubernur DKI menegaskan posisinya sebagai gubernur seluruh warga Jakarta. Warga Jakarta itu ada kadrun, kampret, cebong, atau yang lain. Sampai disini, tak relevan lagi bicara mana pendukung mana bukan. Selama mereka itu warga DKI, akan mendapatkan pelayanan yang sama. Jawa, China, Batak, semua punya hak yang sama. Stigma-stigma negatif terhadap Anies seperti “kadrun”, “politik identitas” dll, selama ini hanya merupakan sisa-sisa luka pilgub DKI 2017 yang sengaja dirawat oleh segelintir orang yang berupaya melampiaskan dendam. Anies tipe pemimpin yang punya kemauan untuk berkomunikasi, negosiasi dan berkompromi dengan siapapun dan dari ...

Read More »

Dihadang Dari Seluruh Penjuru, Mampukah Anies Tetap Melaju?

SUARA TANGERANG – Dinamika terkait Gubernur DKI Anies Baswedan ini menarik. Sejak kalahkan Ahok di pilgub DKI 2017, segalanya menjadi dinamis. Pendukung Anies dituduh bermain politik identitas. Tuduhan ini terutama datang dari pendukung Ahok. Kalau kita belajar teori solidaritas sosial, maka tak ada masalah dengan politik identitas. Sesuatu yang alami, tidak dapat dihindari, dan akan terus ada di sepanjang sejarah. PKB dengan NU-nya, PAN dengan Muhammadiyahnya, PBB dengan Masyuminya, semua menggunakan politik identitas. Apalagi kalau pilkada, putera daerah non-putra daerah jadi isu yang sangat kuat. Yang menjadi masalah bukan politik identitas. Selama calon pemimpin itu punya integritas, punya kapasitas, mampu ...

Read More »

Amandemen UU 1945, Berbahaya!

SUARA TANGERANG– Amandemen UU 1945, sudah beberapa kali terjadi. UUD 1945 bukan kitab suci, kata Bambang Soesatyo, ketua MPR. Karena itu, bisa diubah dan tak perlu tabu. Kita semua tahu, Bamsoet, panggilan akrab ketua MPR ini adalah inisiator, orang yang paling awal dan paling getol usulkan presiden tiga periode. Entah apa agenda di balik itu, yang pasti semangat itu nampaknya belum surut hingga hari ini. DPR terbelah terkait hal ini. Dua fraksi mendukung Amandemen yaitu PKB dan PPP. Enam fraksi menolak yaitu PKS, Demokrat, Nasdem, Gerindra, Golkar dan PAN. Dua faksi yang berseberangan ini perlu tulisan sendiri untuk membedahnya. Terutama ...

Read More »

Formula E, Event Internasional Yang Dijegal

SUARA TANGERANG – Formula E itu ajang balap mobil bertarap internasional. Rencana semula diselengarakan tahun 2020. Covid-19 datang dan menyerang Indonesia, balap Formula E pun ditunda. Pro kontra muncul di DPRD DKI. Lalu, ada pihak yang ribut dan menyoal commitment fee. Dianggap hilang, dan Anies sebagai Gubernur dituduh merugikan negara. BPK, lembaga resmi negara yang memiliki kewenangan menilai soal penggunaan anggaran, tidak mempersoalkan. Faktanya, Pemprov DKI Jakarta setiap tahunnya dapat WTP. Ini artinya, tak ada masalah dengan pengelolaan anggaran di DKI. Baik-baik saja, dan Wajar Tanpa Pengecualian. Yang seringkali tidak dipahami bahwa ditunda, beda dengan dibatalkan. Kalau ditunda, artinya uang ...

Read More »

Soal Covid, Jakarta Layak Dapat Hadiah MURI

SUARA TANGERANG -Covid telah porak porandakan sendi-sendi kehidupan bangsa. Lebih dari tiga juta penduduk Indonesia terpapar. Ratusan ribu nyawa melayang. Dan hari-hari terus bertambah. Ekonomi carut marut. Sempat terkonstraksi 5,32 persen. Kalau toh sekarang tumbuh 7,07 persen, itu lebih banyak kontribusi dari orang-orang super kaya, terutama yang bisnisnya terkait covid. Sementara rakyat mayoritas tetap tidak mendapat keuntungan apa-apa kecuali semakin menderita. Mereka kehilangan aset, kehilangan pekerjaan, bahkan sebagian telah kehilangan istri karena tak lagi mampu memberi nafkah. Belum lagi dampak sosial, pendidikan dan keagamaan. Segala upaya telah dilakukan, mulai dari aturan prokes, PSBB, hingga PPKM. Meskipun faktanya tidak juga bisa ...

Read More »

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com