Tag Archives: Rektor Universitas Paramadina

Dubes Inggris: AUKUS tidak beri Australia senjata nuklir

Jakarta, SUARA TANGERANG – Polemik kerja sama pertahanan Australia, Inggris dan Amerika Serikat (AUKUS) terus bergulir. Kerja sama trilateral ini disebutkan tidak otomatis memberi peluang Australia memiliki senjata nuklir. “Propeler kapal selam itu nantinya menggunakan kekuatan nuklir bukan kapal selam akan membawa senjata nuklir,” tegas Dubes Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins dalam kuliah tamu ‘Meet the Ambassador Series” yang digelar secara virtual, Rabu (22/9) petang. Kegiatan ini merupakan kerja sama Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD) dan Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE). Kuliah tamu ini bertajuk ‘Global Britain, Indo-Pacific and the future of UK-Indonesia Strategic ...

Read More »

Analisa pakar: Dampak pandemi COVID-19 terhadap fondasi ekonomi & agenda pembangunan di Indonesia

Jakarta, SUARA TANGERANG –  Rektor Universitas Paramadina Prof. Dr. Didik J. Rachbini menggarisbawahi lima masalah ekonomi politik pada masa pandemi Covid-19. Hal ini diungkapkannya dalam webinar yang diselenggarakan Paramadina Public Policy Institute (PPPI) bertajuk “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Fondasi Ekonomi & Agenda Pembangunan di Indonesia” yang dipandu oleh Ika Karlina Idris, Ph.D, Jumat (13/8) kemarin. Menurut Didik masalah pertama  yaitu fiskal yang rapuh dan utang besar.  Bahkan sebelum krisis, pemerintah Indonesia cenderung menggenjot utang untuk membangun. “Setelah covid, pemerintah memutuskan utang setiap tahun sangat tinggi, sekitar 1225 trilyun rupiah tahun lalu dan lebih tinggi lagi tahun ini. Ini akan menjadi ...

Read More »

Catatan Prof. Dr. Didik J. Rachbini mengenang Emmy Hafild

Berterimakasihlah NTT & Indonesia Kepada Emmy Hafild SUARA TANGERANG – Mantan Direktur Eksekutif Walhi Almy Hafild atau yang dikenal dengan Emmy Hafild meninggal dunia pada usia 63 tahun, Sabtu (3/7/2021) pukul 21.17 di RS Pondok Indah, Jakarta. Sepuluh tahun yang lalu Labuan Bajo bukan apa-apa.  Daerah ini cuma desa, yang sepi serta pesisir dan pantai, yang tidak berbeda dengan pantai-pantai dari ribuan pulau-pulau lain.  Labuan Bajo waktu itu tidak pernah dilirik siapa pun dan tidak pernah dikunjungi turis atau siapa pun karena memang tidak ada akses untuk menuju ke sana.  Daerah  ini dianggap sebagai daerah yang tidak penting untuk diingat, ...

Read More »

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com